Pada tanggal 19 Januari 2022, Dalam rangka memperkuat langkah strategis dan menciptakan arah institusi yang lebih terfokus, Program Studi Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar rapat intensif revisi visi dan misi. Rapat ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan momentum penting yang melibatkan berbagai elemen, baik internal maupun eksternal.
Para peserta rapat meliputi dosen, tenaga kependidikan, dan stakeholder terkait, yang berperan sebagai mitra strategis institusi. Hal ini bertujuan memastikan bahwa visi dan misi baru mampu mencerminkan kebutuhan zaman sekaligus mewakili aspirasi seluruh pihak yang terlibat.
Rapat revisi visi dan misi PBS FAI UMSU ini melibatkan sejumlah stakeholder kunci yang memberikan kontribusi penting bagi pengembangan institusi. Fery Ardiansyah dari Bank BSI Jakarta hadir untuk memberikan pandangan strategis dari dunia perbankan syariah nasional. Dari OJK Jakarta, Muhammad Audiansyah menyampaikan perspektif terkait regulasi yang relevan dengan kebutuhan institusi pendidikan keuangan syariah. Dr. Deddy Novendy, M.Ag. mewakili PT Bank Aceh Syariah, menambahkan wawasan tentang praktik terbaik dalam operasional perbankan berbasis syariah. Sementara itu, Syahrul Amsari dari LAZISMU Sumatera Utara menyoroti peran filantropi Islam dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, yang sejalan dengan nilai-nilai institusi.
Rapat ini dipimpin oleh Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Rahmayati, M.E.I., dengan didampingi oleh dosen senior FAI, Dr. Siti Mujiatun, M.M. Kehadiran para ahli ini memperkaya dinamika diskusi, menjadikan rapat sebagai arena pertukaran gagasan yang progresif.
Rapat berlangsung secara konstruktif dengan menitikberatkan pada tiga aspek utama yang menjadi fondasi visi dan misi baru. Pertama, relevansi dengan era digital menjadi perhatian penting, di mana visi dan misi dirancang untuk mencerminkan kebutuhan zaman, terutama dalam mendukung transformasi digital. Hal ini mencakup optimalisasi peran website sebagai wajah utama institusi di dunia maya. Kedua, partisipasi aktif stakeholder menjadi kunci, dengan melibatkan masukan dari mitra eksternal agar visi dan misi tidak hanya bersifat internal, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat dan mitra kerja. Terakhir, komitmen terhadap inovasi dan kolaborasi menjadi elemen strategis, di mana visi baru menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, misi yang dirumuskan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas bidang untuk memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.

